Kelemahan Kebijakan Berorientasi Produktifitas


Pengelolaan perikanan tangkap berpengaruh terhadap kelangsungan sumberdaya perikanan. Kegiatan ekonomi di wilayah  pesisir pada umumnya melibatkan lebih dari satu sektor, termasuk didalamnya sektor perikanan dan sektor pariwisata bahari. Akibat padatnya kegiatan ekonomi yang ada, banyak wilayah pesisir di Indonesia mengalami kerusakan lingkungan cukup parah.

“Bentuk kerusakan seperti sedimentasi, kerusakan terumbu karang, kerusakan hutan mangrove dan abrasi adalah beberapa bentuk kerusakan alam yang umum terjadi di wilayah pesisir,” urai Atikah Nurhayati saat mempertahankan disertasinya dengan judul “Pengaruh Perilaku Ekonomi Nelayan Terhadap Tingkat Keberlanjutan Pengelolaan Sumberdaya Perikanan” dalam Sidang Terbuka Program Doktor Ilmu Pertanian Universitas Padjadjaran di Gedung Pascasarjana Unpad, Jln. Dipati Ukur No. 35 Bandung, Jumat (1/07).

Dosen Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa tersebut memperoleh yudisium “Cum Laude”dalam sidang yang diketuai tim promotor Prof. Dr. H.Rusidi, Ir.,MS., didampingi oleh Prof. Dr. H.Maman Haeruman Karmana, Ir.,M.sc., dan Prof. Dr. H.Bachurlhajat Koswara, Ir.,M.S., dengan tim penguji atau oponen ahli yaitu Prof. Dr. H.Otong Suhara Djunaedi, Ir., M.S., Prof. H.Yayat Dhahiyat, M.S., Ph.D., Agus Heri Purnomo Ph.D., dan guru besar Prof. Dr. H. Aos M. Akyas, Ir., MS.

Atikah mengemukakan, perilaku nelayan sangat tergantung dengan keadaan sumberdaya perikanan yang menciptakan suatu perilaku ekonomi dalam meningkatkan pendapatannya. Pemanfaatan sumberdaya perikanan yang tidak terbatas tersebut cenderung menyebabkan eksploitasi. Pemanfaatan sumberdaya yang berlebihan tersebut cenderung menyebabkan menurunnya hasil tangkapan ikan secara terus menerus.

Dampak negatif yang tidak diinginkan dari pemanfaatan sumberdaya yang berlebihan tersebut dapat dicegah dengan menerapkan kebijakan pembangunan berbasis kepada masyarakat yang mengandung makna terselenggaranya pembangunan untuk kepentingan masyarakat. Pembangunan perikanan harus dapat memanfaatkan sumberdaya perikanan beserta ekosistem perairannya untuk kepentingan kesejahteraan umat manusia, khususnya nelayan itu sendiri secara berkelanjutan.

Kebijakan pembangunan yang dilandasi oleh teori-teori modernisasi telah menimbulkan akselerasi kerusakan sumberdaya alam di berbagai daerah. Kebijakan tentang modernisasi perikanan atau blue revolutions lebih berorientasi kepada produktifitas yang menimbulkan overfishing dan menyebabkan konflik sosial antar kelompok masyarakat nelayan dalam memperebutkan sumberdaya perikanan di daerah perairan mereka. Eksistensi sumberdaya milik umum telah mendorong kebebasan yang penuh untuk memanfaatkannya.

“Jika masyarakat nelayan menguras sumberdaya perikanan dan mengabaikan kelangsungan untuk masa mendatang, maka akan menimbulkan konflik sosial dalam memperebutkan sumberdaya perikanan,” jelas Atikah.

Sumber: http://www.mahasiswa.com/kebijakan-berorientasi-produktivitas-bisa-sebabkan-konflik-sosial-dan-kerusakan-lingkungan/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: