Apakah Kedelai Penyebab Kenaikan Asam Urat?


Banyak orang yang menganggap kedelai dan produk-produk olahannya sebagai penyebab utama kenaikan asam urat dalam darah. Apakah Anda termasuk salah satunya? Sebenarnya anggapan tersebut tidak tepat, sehingga perlu untuk diluruskan.

Asam urat merupakan produk akhir dari metabolisme purin. Setiap hari orang normal membuang 700 mg asam urat melalui ginjal, sedangkan cadangan asam urat yang tersimpan dalam tubuh kurang lebih 1.000 mg. Penderita asam urat memproduksi asam urat berlebihan sehingga yang tersimpan dalam cadangan meningkat menjadi 3-15 kali dibandingkan dalam keadaan normal. Di lain pihak, ekskresinya melalui ginjal menurun.
Penyakit asam urat memiliki gejala-gejala menyerupai arthritis, yakni nyeri sendi terutama di jempol kaki yang merambat ke persendian kaki. Pada awalnya serangan asam urat berlangsung beberapa hari dan setelah itu reda selama beberapa bulan. Namun kemudian serangannya menjadi lebih sering dan durasi waktunya menjadi lebih lama. Serangan berikutnya menimbulkan rasa nyeri yang lebih hebat, rasa sakit yang lebih lama, frekuensi serangan meningkat, dan masa kesembuhan menjadi lebih pendek. Kadang-kadang rasa nyeri disertai dengan bengkak dan kaku sendi. Apabila Anda mengalami serangan penyakit ini, sebaiknya segera diobati karena jika tidak maka suatu saat Anda bisa mengalami arthritis asam urat kronik sehingga tidak ada lagi masa bebas serangan.

Siapa yang Rawan Asam Urat?

Umumnya orang yang rawan terserang asam urat adalah mereka yang berusia di atas 35 tahun. Tapi tahukah Anda, belakangan ini diketahui bahwa penyakit asam urat bukan hanya diderita para orang tua, melainkan juga diderita oleh kelompok yang berusia muda, bahkan oleh anak yang masih berusia belasan tahun. Penyakit ini cenderung dialami pria karena wanita mempunyai hormon estrogen yang ikut membantu pembuangan asam urat melalui urin. Baru ketika seorang wanita sudah tidak lagi memproduksi estrogen (saat menopause) maka dia mempunyai potensi yang lebih besar untuk menumpuk asam urat.
Kadar asam urat normal pada pria berkisar 3,5 – 7 mg/dL dan pada perempuan 2,5 – 6 mg/dL darah. Penyakit akibat asam urat perlu diwaspadai pada orang yang kadar asam uratnya telah melebihi 7 mg/dL darah. Meskipun demikian, tidak semua orang yang memiliki kandungan asam urat tinggi akan mengalami nyeri sendi. Bahkan menurut Messwati (2002), hanya 25 persen orang yang asam uratnya tinggi yang akan mengalami nyeri sendi.
Penyakit asam urat dapat dibedakan atas penyakit asam urat primer (90%) dan sekunder (10%). Penyakit asam urat primer adalah kasus gout dimana penyebabnya tidak diketahui dengan pasti, atau akibat kelainan proses metabolisme di dalam tubuh. Sedangkan penyakit asam urat sekunder adalah kasus penyakit asam urat yang penyebabnya dapat diketahui secara pasti. Sekitar 90 persen pasien penyakit asam urat primer adalah pria yang berusia lebih dari 30 tahun.

Bersumber dari Purin

Perlu diketahui bahwa salah satu penyebab penyakit asam urat adalah konsumsi makanan yang banyak mengandung purin. Namun purin bukanlah senyawa kimia yang berbahaya bagi tubuh. Lalu mengapa purin menjadi salah satu penyebab asam urat? Purin merupakan salah satu protein dari golongan nukleoprotein. Tubuh kita telah menyediakan 85 persen senyawa purin untuk kebutuhan tubuh setiap hari, sedangkan 15 persen sisanya harus dipenuhi dari makanan. Masalahnya, konsumsi purin dalam makanan kita terkadang berlebihan, sehingga ginjal tidak dapat mengatur metabolismenya dengan baik.
Sayangnya purin hampir ditemukan dalam semua jenis makanan sehingga sulit untuk dihindari. Hal ini disebabkan purin terdapat di dalam inti sel makhluk hidup. Jadi dalam setiap bahan makanan apapun, seperti ikan, daging, jerohan, serta berbagai jenis buah dan sayuran, dipastikan terdapat purin dengan kadar yang berbeda-beda.
Anda sebaiknya tidak mempercayai mitos yang mengatakan bahwa penyakit asam urat identik dengan ‘penyakit orang kaya‘, karena pernyataan ini tidak sepenuhnya benar. Penyakit ini dapat menimpa siapa saja, tidak ada hubungannya apakah seseorang itu dari golongan ekonomi tinggi atau rendah. Orang-orang kelas atas biasa mengkonsumsi purin tinggi dari daging-dagingan, sedangkan kelas bawah biasa mengkonsumsi purin tinggi dari jeroan yang telah dimasak menjadi soto atau gulai. Padahal, jeroan selain sumber purin, juga merupakan makanan yang mengandung kolesterol tinggi.
Anda perlu mengetahui jenis makanan yang memiliki kandungan purin tinggi yaitu makanan yang berasal dari hewani, terutama jeroan. Tidak hanya itu, beberapa jenis sayuran juga mengandung purin yang tinggi seperti rebung, kangkung, dan bayam. Konsumsi makanan sehari-hari kita umumnya mengandung purin sebanyak 600-1.000 mg. Apabila telah menderita asam urat akut, disarankan kandungan purin dalam menu sehari-hari diturunkan menjadi 100-150 mg.
Berdasarkan kandungan purinnya, makanan dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu golongan A, B, dan C (lihat Tabel 1). Bahan makanan golongan A mempunyai kandungan purin yang sangat tinggi, yaitu antara 150 – 1.000 mg per 100 gram. Makanan golongan B mempunyai kandungan purin sekitar 50 – 150 mg per 100 gram. Sedangkan makanan golongan C mempunyai kandungan purin yang sangat rendah yaitu berkisar 0 – 15 mg per 100 gram.
Tabel 1. Kadar purin dalam berbagai makanan
Makanan
Purin (mg/100 g)
Usus
854
Babat
470
Paru
398
Daging sapi
385
Daun melinjo
366
Kangkung
298
Bayam
290
Kacang tanah
236
Melinjo
223
Tempe
141
Tahu
108
Sumber : Cahanar dan Suhanda (2006)

Bila kadar asam urat penderita lebih dari ukuran normal (di atas 7 mg/dl), dianjurkan menghindari makanan golongan A dan membatasi konsumsi makanan golongan B. Pada orang dengan kadar asam urat yang normal, tidak perlu khawatir untuk mengkonsumsi makanan golongan B atau bahkan A.

Kedelai Aman
Menurut Cahanar dan Suhanda (2006), makanan yang harus dihindari penderita asam urat antara lain adalah jeroan, jengkol, petai, melinjo, kerang, cumi-cumi, soto, bayam, asparagus, kembang kol, dan makanan yang diawetkan seperti kornet dan sardin.

Khusus untuk sayur-sayuran, sebuah penelitian yang dilakukan oleh Choi dkk (2005) menunjukkan bahwa meskipun beberapa jenisnya mengandung purin yang sangat tinggi, namun risikonya untuk menyebabkan penyakit asam urat masih lebih rendah dibandingkan daging atau jeroan. Sedangkan produk susu meskipun mengandung purin namun mempunyai risiko yang rendah untuk menyebabkan penyakit asam urat.
Dengan melihat Tabel 2 Anda bisa mengetahui bahwa jeroan seperti usus dan babat mempunyai kandungan purin yang sangat tinggi. Sedangkan kedelai dan produk olahannya, seperti tahu dan tempe, memiliki kandungan purin yang sedang. Kabar baik untuk Anda penggemar kedelai, karena ini artinya konsumsi produk olahan kedelai sepanjang tidak berlebihan, masih boleh dilakukan oleh penderita asam urat. Oleh karena itu, bagi mereka yang kadar asam uratnya normal, tidak ada alasan untuk membatasi konsumsi kedelai dan produk olahannya, karena kedelai telah terbukti sangat menyehatkan. Membatasi konsumsi kedelai berarti mengurangi peluang untuk hidup sehat.
Tabel 2. Pengelompokan bahan pangan berdasarkan kadar purinnya (mg per 100 g bahan)
Golongan A
(150 – 1000 mg
Golongan B
(50 – 150 mg)
Golongan C
(0 – 15 mg)
Hati
Ginjal
Otak
Jantung
Paru
Udang
Remis
Sardin
Ragi
Alkohol
Ekstrak daging
Daging sapi
Ikan laut
Kerang-kerangan
Kacang-kacangan
Asparagus
Kembang kol
Bayam
Jamur
Sayuran
Buah-buahan
Susu
Keju
Telur
Serealia
Oncom

Yang Harus Dihindari

Makanan yang mengandung purin tinggi sebaiknya tidak digoreng, karena akan meningkatkan kandungan lemaknya. Dalam kondisi penyakit asam urat akut sebaiknya menghindari konsumsi lemak berlebihan. Disarankan asupan lemak pada penderita asam urat hanya sebesar 15 persen dari total energi yang dibutuhkan dalam sehari. Sedangkan bagi orang sehat dianjurkan untuk mengkonsumsi lemak maksimal 25 persen dari total kebutuhan energi. Pada dasarnya pembakaran lemak menjadi energi akan meningkatkan keton darah (ketosis) dan hal ini akan menghambat pembuangan asam urat melalui urin. Untuk mengurangi kandungan purin dalam makanan hewani, Anda bisa mengakali dengan mengolah makanan melalui proses perebusan. Namun air rebusannya jangan ikut dikonsumsi karena banyak mengandung purin terlarut.
Penderita asam urat sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi banyak cairan seperti air dan jus buah. Hal ini dapat membantu pembuangan asam urat. Anda disarankan mengkonsumsi air minimal 10 gelas atau setara dengan 2,5 liter per hari. Konsumsi buah yang banyak mengandung air seperti semangka, melon, blewah, belimbing, dan jambu air, sangat dianjurkan.
Yang patut diingat adalah penderita asam urat sebaiknya tidak mengkonsumsi alkohol karena berbahaya menyebabkan serangan akut. Bagi orang yang obesitas dan menderita asam urat sebaiknya menurunkan berat badannya secara bertahap hingga berada dalam kisaran normal. Jangan sampai pengurangan asupan kalori dilakukan secara mendadak karena dapat menimbulkan ketonemia yang merupakan faktor pencetus serangan asam urat.

Satu Tanggapan

  1. terimakasih atas infox dan salam kenal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: