Perekonomian Jabar Alami Pertumbuhan 5,47% Selama Triwulan IV 2012


jabarBANDUNG, (PRLM).- Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat melaporkan, perekonomian Jawa Barat mengalami pertumbuhan sebesar 5,47% selama periode triwulan IV/2012 dibandingkan triwulan IV/2011 (year on year/yoy). Adapun secara kumulatif (Januari-Desember) perekonomian Jabar tumbuh 6,21%. Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisa Statistik BPS Jabar, Ade Rika Agus, mengatakan, pertumbuhan tertinggi secara yoy dicapai oleh sektor konstruksi, yakni sebesar 17,73%.

Meskipun demikian, dilihat dari sisi lapangan tersebut, sektor pertanian dan pertambangan-penggalian mengalami pertumbuhan negatif. Masing-masing sebesar -7,53% dan -13,77%. “Padahal, sektor pertanian menyumbang pertumbuhan ketiga terbesar di Jabar,” ujarnya di Kantor BPS Jabar, Jl PHH Mustopha, Selasa (5/2).

Dia melanjutkan, lapangan usaha yang menyumbang pertumbuhan tertinggi perekonomian Jabar setelah konstruksi adalah jasa-jasa (14,69%), pengangkutan dan komunikasi (13,81%), serta listrik, gas, dan air bersih (10,46%). Adapun dilihat dari sisi penggunaan, beberapa pertumbuhan ekonomi Jabar didorong oleh peningkatan laju pertumbuhan konsumsi rumah tangga termasuk lembaga profit (4,43%), pembentukan modal tetap bruto/PMTB (8,36%), perubahan inventori (26,32%), dan ekspor (4,90%). “Dari komponen-komponen berdasarkan penggunaan, hanya konsumsi pemerintah yang mengalami penurunan sebesar -15,38%,” ujarnya.

Dari sisi konsumsi rumah tangga, dia menambahkan, meski mengalami pertumbuhan sebesar 4,43%, namun distribusinya menurun. Menurutnya, distribusi konsumsi rumah tangga menurun dari 59,17% pada triwulan IV/2011 menjadi 59,08% pada triwulan IV/2012. Dia melanjutkan, besaran PDRB Jabar atas dasar harga berlaku pada triwulan IV/2012 mencapai Rp 242,27 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan 2000 mencapai Rp 92,21 triliun.

Dari sisi lapangan usaha, peranan terbesar dalam pembentukan PDRB Jabar adalah sektor industri pengolahan sebesar 35,44%, dan sektor perdagangan hotel restoran 24,78%. “Sementara dari sisi penggunaan, sebagian besar PDRB Jabar digunakan untuk pengeluaran konsumsi rumah tangga sebesar 59,08%, ekspor 36,30%, dan PMTB 19,20%,” katanya.

Selain itu, BPS Jabar juga melaporkan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) yang merupakan indeks persepsi rumah tangga mengenai kondisi ekonomi konsumen, serta perilaku konsumsi terhadap situasi perekonomian pada triwulan berjalan dan perkiraan pada triwulan mendatang.

Ade Rika Agus mengatakan, ITK di Jabar pada triwulan IV/2012 sebesar 107,88. Artinya, kondisi konsumen pada periode tersebut membaik dari triwulan sebelumnya. “Akan tetapi, tingkat optimisme konsumen pada triwulan IV/2012 lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi ekonomi konsumen membaik karena didorong peningkatan rumah tangga. Selain itu, membaiknya kondisi konsumen pada triwulan IV/2012 juga disebabkan tidak adanya pengaruh inflasi terhadap makanan sehari-hari. Sementara pada awal tahun ini, dia memperkirakan, nilai ITK Jabar pada triwulan I/2013 sebesar 106,02. “Artinya, kondisi ekonomi konsumen diperkirakan akan membaik. Meskipun dengan tingkat optimisme konsumen yang diperkirakan lebih rendah dibandingkan triwulan IV/2012,” tuturnya. (A-204/A-89)

Sumber: Pikiran Rakyat Online – Selasa, 05 Februari 2012

http://www.ahmadheryawan.com/lintas-jabar/lintas-jawa-barat/ekonomi-a-bisnis/3730-perekonomian-jabar-alami-pertumbuhan-5-47-selama-triwulan-iv-2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: