Serangga dan Laba-Laba


labaSuatu waktu hiduplah seekor laba-laba di dalam ladang jagung. Laba-laba besar dengan sarang melingkar indah diantara pelepah jagung.
Dia menjadi gemuk dengan memakan semua serangga yang terperangkap dalam jaringnya.
Dia sangat suka tinggal di ladang jagung tersebut dan berencana tinggal disana selamanya.

Satu hari laba-laba menangkap seekor serangga kecil dalam jaringnya, dan ketika laba-laba ini hendak makan, serangga ini berkata,

  • “Kalau engkau melepaskan saya, saya akan memberitahu sesuatu yang penting yang akan menyelamatkan hidupmu.” Laba-laba itu berhenti sejenak dan mendengarkan dengan penasaran.
  • “Engkau sebaiknya pergi dari ladang jagung ini,” kata serangga kecil, “Waktu menuai sudah tiba!”
  • Laba-laba tersenyum dan berkata, “Apa itu waktu tuaian yang engkau bicarakan? Aku pikir kamu sedang mengarang cerita saja.”
  • Tapi serangga kecil itu berkata, “Oh tidak, itu benar. Pemilik ladang ini segera datang untuk menuai. Semua batang jagung akan dijatuhkan dan jagung akan dikumpulkan. Kamu akan terbunuh oleh mesin raksasa jika kamu tinggal disini.”
  • Laba-laba menjawab, “Aku tidak percaya pada waktu penuaian maupun mesin raksasa yang akan menebang jatuh tanaman jagung. Bagaimana engkau membuktikannya?”
  • Serangga kecil melanjutkan, “Lihat saja jagung itu. Lihat bagaimana jagung itu ditanam dalam barisan teratur. Itu membuktikan ladang ini dirancang oleh seorang yang cerdas.”
  • Laba-laba tertawa dan berkata melecehkan , “Ladang ini tumbuh sendirinya dan tidak ada hubungan dengan seorang pencipta. Jagung selalu tumbuh seperti itu.
  • ” Serangga itu menjelaskan lebih lanjut, “Oh tidak.
    Ladang ini kepunyaan seorang pemilik yang menanamnya,dan waktu menuai segera tiba.
  • ” Laba-laba menyeringai dan berkata ,”Aku tidak percaya,” dan kemudian memakan serangga itu. Beberapa hari kemudian, laba-laba sedang tertawa mengingat cerita serangga kecil itu.
  • Dia berpikir, “Tuaian ! Sungguh ide bodoh. Aku telah ada disini sepanjang hidupku dan tidak ada yang menggangguku. Aku telah ada sejak tinggi tanaman-tanaman ini baru setengah meter dari tanah, dan aku akan tetap disini sepanjang sisa umurku, karena tidak ada yang akan berubah dalam ladang ini. Hidup itu indah, dan aku yang menjadikannya demikian.”
  • Hari berikut adalah hari indah di ladang jagung. Lagit cerah dan tidak ada angin sama sekali. Siang itu saat laba-laba berjalan,tiba-tiba dia menyadari ada debu tebal bergerak kearahnya. Dia mendengar suara mesin besar dan berkata pada dirinya sendiri dengan penasaran, “Apa yang sedang terjadi?”

Hikmah:

  • Berpikir dan merenung secara jujur untuk melihat masa depan.
  • Kesombongan yang membutakan mata hati dan pikiran.

Sumber: http://sutrisno2629.blogspot.com/2009/03/serangga-dan-laba-laba.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: