Pengusaha Sampai Orang Mati Dapat BLSM di Purwakarta


blsmPURWAKARTA (Pos Kota) – Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Purwakarta menerima banyak pengaduan masyarakat terkait penyaluran BLSM (Bantuan Langsung Sementara Masyarakat) yang tidak tepat sasaran. Beragam pengaduan ini masuk ke lembaganya dari mulai pengusaha heleran dapat jatah BLSM sampai orang mati pun terdata sebagai penerima BLSM.

“Padahal kami telah mewanti wanti agar pendataan penerima BLSM harus tepat. Pelaksanaan dilapangan masih ada warga yang berhak menerima BLSM justru tak kebagian, tetapi yang tajir kebagian. Bahkan orang yang sudah meninggal pun masih dimasukkan kedalam data penerima BLSM,” ungkap Kabag Perekonomian Setda Purwakarta, Taufik Rahman.

Diakuinya, kekacauan seperti itu sudah diprediksi sebelumnya, karena data yang digunakan pemerintah pusat adalah hasil sensus BPS 2011. Selain itu Pemkab tidak dilibatkan dalam perguliran dana bantuan kompensasi naiknya harga BBM tersebut. “Pada akhirnya, semua masyarakat yang komplain kita arahkan ke Kantor Pos dan Giro. Masyarakat diminta untuk mengadu, agar nantinya kantor tersebut memberikan masukan kepada pemerintah pusat sebagai bahan evaluasi,”terangnya.

Penyaluran BLSM diduga tidak tepat sasaran juga terjadi di Kab Purwakarta, Jawa Barat. Banyak masyarakat terkategori miskin tak mendapat jatah uang Rp 150 ribu per bulan selama empat bulan.

Salah satu bukti, tidak sedikit warga yang sebelumnya tercatat sebagai penerima raskin, malah tidak mendapat sama sekali BLSM. Padahal konon,data penerima BLSM yang digulirkan ini disebut-sebut menggunakan data penerima raskin.

Di Kampung Sukarata, RW 06, Kelurahan Cipaisan, Kec Purwakarta, puluhan warga penerima raskin mengaku tidak mendapat bantuan dari pemerintah pusat, sebagai kompensasi atas kenaikan BBM. Mereka menyesalkan diskriminasi pemerintah atas penerima BLSM.

Awal pekan kemarin, mereka berbondong-bondong mendatangi Ketua RT setempat menanyakan perihal persoalan itu. Ketua RT yang didatangi pun tampak kebingungan untuk menjawab semua keluhan warga. Karena selama ini tidak tahu sama sekali mengenai data penerima BLSM. “Saya kedatangan banyak warga menanyakan BLSM. Memang warga kami mayoritas dari keluarga tidak mampu. Namun, banyak di antara mereka tidak mendapat kompensasi BLSM. Kita berharap ada evaluasi atas bantuan yang telah disalurkan. Sebab, kenyataannya tidak tepat sasaran,” ungkap Dedi Junaedi, Ketua RT 25/06 Kelurahan Cipaisan.

(dadan/sir)

Sumber: http://www.poskotanews.com/2013/07/05/pengusaha-sampai-orang-mati-dapat-blsm-di-purwakarta/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: