Selama Ramadhan, Pemkab Larang Tempat Hiburan Buka


partyKeluarkan Surat Edaran Ramadan
PURWAKARTA
-Bupati Purwakarta H Dedi Mulyadi mengeluarkan surat edaran, selama Ramadan tempat hiburan di Purwakarta ditutup. Kebijakan tersebut dikeluarkan untuk menjaga kekusyuan ibadah umat islam selama bulan puasa Ramadan 1434 Hijriyah.
Penutupan tempat hiburan sendiri sudah menjadi agenda untuk ketertiban selama pelaksanaan ibadah Ramdan. Pasalnya, kondisi tersebut harus ditunjang dengan adanya peraturan yang dikeluarkan bupati melalui surat edaran. Hal itu tentu sangat penting untuk menjaga kelangsungan ibadah yang lebih khidmat di Purwakarta. Tidak perlu melakulan sweeping, keluarnya surat edaran sangat ampuh agar masyarakat dapat lebih toleransi.
“Ya sudah kita perintahkan mereka untuk tutup,” kata Dedi Mulyadi saat ditemui di linkungan Setda Purwakarta, Kamis (4/7).
Surat edaran sendiri sudah dikeluarkan dan disampaikan kepada seluruh pengelola tempat hiburan yang ada di Purwakarta. Selain tempat hiburan, surat edaran sendiri ditujukan untuk seluruh tempat hiburan yang mengganggu kelancaran ibadah puasa. Artinya, Dedi menjelaskan, tidak hanya tempat karokean yang diminta tutup semua tempat-tempat yang tersembunyi dan menjadi alat untuk hiburan berbau maksiat diminta ditutup. Bahkan, kata Dedi, perintah penutupan tersebut sudah disampaikan kepada masing-masing pengelola tempat hiburan di Purwakarta melalui Bagian Kesra. Hanya, Dedi tak merinci apakah surat edaran tersebut berlaku juga bagi para pedagang makanan (rumah makan) atau tidak. Termasuk, menyangkut sanksi bagi mereka yang kedapatan tetap buka dan berjualan. Dedi justru hanya menegaskan edaran tersebut disampaikan melalui bagian Kesra Setda Purwakarta. Dan pengawasannya dilakukan langsung oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
“Edarannya sudah dibuat dan disampaikan melalui Kesra,” tandas Dedi.
Sebelumnya, Sekretaris Komisi I DPRD Purwakarta, H Eman Sulaeman meminta Pemkab Purwakarta segera mengeluaran imbauan tentang larangan operasi tempat hiburan di Purwakarta selama Ramadan. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kekusyuan ibadah masyarakat selama Ramadan, juga sebagai bentuk penghormatan.
“Ya Pemkab sejatinya segera memberi imbauan ke para pengelola tempat hiburan agar mereka off selama Ramadan,” kata H Eman.
Lanjutnya, kalau perlu sifatnya tak sebatas himbauan, tetapi Pemkab bisa lebih tegas dengan memberi sanksi bagi sejumlah pengelola yang kedapatan tetap buka selama Ramadhan. Sehingga himbauan ini nantinya tidak lagi sebatas omong kosong, lebih dari itu menjadi ancaman yang bisa didengar dan diperhatikan.
“Saya setuju ada sanksi bagi pengelola yang melanggar,” tandas H Eman.
Saat ini saja, Satpol PP terus melakukan razia gabungan dengan Polres dan dan Kodim Purwakarta untuk menyisir tempat-tempat hiburan. Kepala Satpol PP Saepudin dalam satu kesempatan mengatakan, razia dilakukan dari tanggal 23 Juni sampai tanggal 8 Juli nanti. “Rajia sampai tanggal 8 Juli nanti,” pungkasnya.(sei/vry)

Sumber: http://pasundanekspres.co.id/purwakarta/9517-pemkab-larang-tempat-hiburan-buka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: