Berbuka Puasa Dengan Merokok Bisa Renggut Jiwa


antirokokJAKARTA (Pos Kota) – Jangan sekali-kali berbuka puasa langsung menghisap rokok karena bisa merenggut jiwa. “Usai berpuasa, tubuh membutuhkan minuman manis (glukosa), oksigen, dan sayuran untuk mengembalikan energi. Jika berbuka dengan menyedot asap rokok, paru-paru diselimuti asap tebal. Peredaran darah tidak lancar dan jantung terganggu. Merokok di saat kritis (critical time) juga bisa membuat darah jadi beku,“ kata penggiat anti-rokok, Prof dr Tjandra Yoga Aditama di Jakarta, Jumat.

Menurut Tjandra Yoga, menghisap rokok usai berbuka sangat berbahaya. Karena tubuh lebih membutuhkan makanan dan minuman berenergi.
Dia menekankan, perokok juga memiliki hidup yang jorok. Karena dimana-mana harus membuang asap dan puntung rokok. Baik saat bekerja, rapat maupun bertamu di rumah kerabat. Baju dan celana pun sering bolong tersundut rokok.

Prof Tjandra Yoga yang pernah menerima penghargaan dari WHO pada 1999 menegaskan, upaya perokok untuk berhenti merokok saat berpuasa dapat menjadi titik awal yang amat baik untuk berhenti ‘ngebul’ secara total. Soalnya, bahaya rokok sudah banyak diketahui, termasuk dampaknya yang tidak hanya terhadap perokok itu sendiri, tetapi juga pada orang-orang yang tidak merokok di sekitarnya.

Menuru buku The Tobacco Atlas, lima negara dengan konsumsi rokok terbanyak di dunia berturut-turut adalah China mengisap 2,643 miliar batang per tahun, disusul Amerika Serikat 851 miliar, Jepang 628 miliar, Rusia 458 miliar, dan Indonesia di urutan kelima dengan 415 miliar batang rokok. Buku yang sama menyebutkan, 79 persen laki-laki dan 6,7 persen perempuan adalah perokok.

Data Survei Kesehatan Rumah Tangga Kementerian Kesehatan menunjukkan, 69,04 persen laki-laki dan 6,83 persen perempuan Indonesia adalah perokok. Secara keseluruhan diketahui 41,4 persen penduduk Indonesia merokok, artinya ada sekitar 82.800.000 perokok laki-laki maupun perempuan.

Asap rokok mengandung sekitar 4.000 bahan kimia dan menyebabkan tidak kurang dari 25 jenis penyakit, dari yang mematikan seperti kanker paru, sampai yang menyusahkan seperti impotensi.

Data dari British Medical Journal menyebutkan, setengah jumlah perokok akan meninggal karena rokok. Dari mereka ini setengahnya meninggal pada usia pertengahan dan rata-rata perokok akan kehilangan 20-25 tahun umurnya akibat merokok.(aby)

Sumber: http://www.poskotanews.com/2012/07/28/berbuka-puasa-dengan-merokok-bisa-renggut-jiwa/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: