Pendikan Gratis Hanya Slogan di Purwakarta


biaya-Siswa SMKN 1 Purwakarta Dipinta Sumbangan Rp 200 Ribu

PURWAKARTA, RAKA – Pendidikan gratis ternyata masih belum dirasakan oleh orang tua siswa yang mensekolahkan anaknya di sekolah yang ada di Purwakarta. Karena, orang tua masih dibebankan iuran atau sumbangan yang mesti diberikan kepada pihak sekolah, demi kelancaran dan kenyamanan anaknya dalam proses menuntut ilmu.
Ketua Gerakan Moral Masyarakat Purwakarta, H. Ibnu Aril mengatakan, pemkab dan DPRD Purwakarta dinilai masih kurang maksimal dalam merealisasikan untuk kebutuhan anggaran pendidikan di Purwakarta. Karena, pada akhirnya para orang tua siswa yang mensekolahkan anaknya di SMK Negri 1 Purwakarta, masih dipungut iuran untuk kebutuhan sekolah. Meskipun semua orang tua sepakat dan ikhlas memberikan sumbangan sebesar Rp 200 ribu, untuk pengadaan mebeulair dan perbaikan bangunan lainnya yang berhubungan dengan kenyamanan belajar siswa. “Seyogyanya Pemkab dan instansi terkait serta DPRD proaktif untuk merealisasikan program tersebut. Memang sudah ada BOS, namun tidak seluruh kebutuhan sekolah terpenuhi dari alokasi dana tesebut, diantaranya ruang belajar dan perlengkapannya. Disini peran dan proaktif pemkab dan instansi terkait termasuk DPRD diharapkan sekali,”terang Aril setelah mengikuti rapat orang tua terkait iuran tersebut kepada Radar Purwakarta.
Aril menjelaskan, berawal dengan menginventarisir kebutuhan-kebutuhan sekolah yang dianggap vital, baik yang berhubungan dengan kenyamanan proses belajar mengajar yang tidak tercover oleh dana BOS, atau kebutuhan lainnya kemudian dimasukan dalam APBD 2014 sehingga tahun depan kisruh biaya sekolah dapat diminimalisir. “Janji-janji saat Pilkada tentang pendidikan dan program pemerintah pusat tentang pendidikan gratis sepertinya belum terealisasi sepenuhnya. Ini mesti segera ditangani,” ujarnya.
Pihaknya menyarankan, pemkab dan DPRD Purwakarta dituntut untuk kritis dalam pengajuan anggaran yg berhubungan dengan pendidikan, dengan menjadikannya prioritas yang mesti segera direalisasikan. Agar pembebanan biaya sekolah tidak lagi terjadi di Purwakarta. “Tunda dulu saja anggaran yg kurang efektif dan efisien, semisal pembuatan taman-taman, dan kegiatan seremonial yang gemerlap,” sarannya. (awk)

Sumber: http://www.radar-karawang.com/2013/09/pendikan-gratis-hanya-slogan.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: