Siapakah Dr. H. Sa’adudin, MM ?


SA'DUDDINDr. Sa’duddin, MM, lahir di Bekasi pada tanggal 2 Juni 1961. Beliau adalah anak ke-5 dari pasangan Ust. H. Marzuki Saat (Alm) dan Hj. Aisyah. Beliau dibesarkan dari keluarga sederhana yang sangat taat dalam beragama. Beliau merupakan salah satu murid (Santri) di Pondok Pesantren Attaqwa di bawah binaan KH. Noer Alie (Alm), yang merupakan salah satu tokoh Pahlawan Nasional kita. Tempaan kedisiplinan dari K.H. Noer Alie (Alm) telah menjadikan sosok pemuda Sa’duddin yang sangat ta’aat dan disiplin dalam beribadah serta Puasa (Shaum) Sunnah (Senin-Kamis) menjad i kebiasan (Habit) yang mewarnai aktivitas kehidupannya, baik di kala suka maupun duka. Hasil tempaan Tokoh Nasional ini pula lah yang telah mendasari diri Dr. Sa’duddin, MM dalam menjalani profesinya , baik saat sebagai seorang Guru (Pendidik), Penceramah (Da’i), maupun saat berkiprah sebagai Politisi hingga memperoleh amanah sebagai Bupati Bekasi untuk Periode 2007 s.d 2012 yang lalu. 

Selepas dari tempaan K.H. Noer Alie (Alm.) di Pondok Pesantren Attaqwa, Beliau pun memperdalam ilmu agama (Keislaman) di Madrasah Aliyah YAPINK di bawah tempaan K.H Dawam (Alm.) hingga. Ia pun memperdalam ilmu Tasyawuf dengan K.H. Mahfud. Konsep ”muhasabah (introspeksi diri), mutaba’ah (menghakimi diri), mujahadah (bersemangat tinggi), dan murokobah (senantiasa merasa diawasi)” mewarnai aktivitasnya dalam menjalani profesinya sebagai Guru, Da’i , Politisi dan menjadi modal utama ketika Beliau mengemban amanah sebagai Bupati Bekasi. 

Berbekal pendidikan MA YAPINK, Beliau sempat mengabdikan diri sebagai guru di Madrasah Diniyah yang berlokasi di kampung halamannya. Setelah satu tahun mengabdi sebagai guru Madrasah, ayah Beliau mengirimnya ke PONTREN di Serang Banten guna meperdalam Ilmu Alqur’an dan Kitab-Kitab Kuning pada KH. As’ari dan KH. Mukit. Di wilayah Banten inilah, tepatnya Desa Mandalawangi, Pandegelang Banten, Pemuda ”Sa’duddin” bertemu jodoh dengan seorang ”Wanita Sholehah” yang bernama ”Cucu Sugiarti” yang sekarang sedang menyelesaikan Program Doktoral (S3) pada Program Studi Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup (PKLH) di Program Pasca Sarjana (PPS) Universitas Negeri Jakarta (UNJ). 

Kuliah sambil bekerja merupakan suatu kondisi yang sangat berat untuk dihadapi. Kondisi inilah yang dilalui oleh sosok pemuda Sa’duddin ketika ia memutuskan diri untuk berkeluarga. Saat menjalani kuliah Semester II, dengan penuh keyakinan dan semangat tinggi melakukan perubahan kondisi perekonomian keluarga kecilnya, ia berusaha membanting tulang dengan 
beragam usaha yang dilakoninya seperti mengajar (sebagai guru), berdagang koran di kampung-kampung (dengan sistem konsinyasi), dan berjualan buku/majalah di sekolah-sekolah. 

Setelah menamatkan Program D3 (BA), Beliau masuk Program Strata Satu (S1) di IAIN Serang Banten hingga menyelesaikan program S1 pada tahun 1990, dan Beliau pun akhirnya memenuhi permintaan orangtua untuk pulang ke Bekasi guna mengamalkan ilmu yang telah Beliau peroleh dengan menjadi guru madrasah di kampung halamannya, Kp. Gabus Pabrik, Tambun Utara ,Kabupaten Bekasi.

Beliau menempuh Program Pascasarjana (S-2) di STIE IPWI Jakarta (lulus Tahun 1999). Berbekal semangat, kesungguhan, dan keseriusan terhadap pembangunan bidang pendidikan di Kabupaten Bekasi maka saat Beliau menjabat sebagai Bupati Bekasi , tepatnya pada hari Kamis, 22 Oktober 2009, pukul 10:49:33 WIB mantan Bupati Bekasi, Sa’duddin, meraih gelar DOKTOR BIDANG ILMU PENDIDIKAN dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Melalui desertasinya yang berjudul “Pengaruh Komunikasi Interpersonal Kerja Tim dan Kepemimpinan Terhadap Produktivitas Kerja Aparat Pejabat Eselon II di Pemerintahan Daerah Kabupaten Bekasi”, Sa`duddin dinyatakan lulus menjadi DOKTOR dengan nilai SANGAT MEMUASKAN. 

Jiwa Guru (Pendidik) dalam diri Dr. Sa’duddin, MM. tampak jelas terlihat dengan lahirnya Yayasan Thariq Bin Ziyad, dan Beliau sebagai salah satu pendirinya. Seiring perkembangan waktu Thariq Bin Ziyad berkembang pesat hingga saat ini dan menjadi sebuah yayasan yang besar yang mengelola pendidikan berupa Sekolah Islam Terpadu meliputi TKIT, SDIT dan SMPIT serta SMA-IT. 

Dengan dukungan masyarakat luas, Beliau berharap sekolah ini mampu menjadi sekolah unggulan baik dari aspek kualitas maupun dari sisi moralitas.

Yang menjadi dasar pemikiran Dr. H. Sa’duddin, MM dalam mengembangkan lembaga pendidikan 
Beliau berpandangan bahwa jika kita mampu mentadabburi ayat Allah di atas, maka sebagai orang yang beriman kita wajib meyakini bahwa Allah SWT akan mengembalikan kejayaan dan kepemimpinan atas peradaban dunia ini kepada Kaum Muslimin yang benar-benar memiliki kesiapan untuk mengemban amanah sebagai pemimpin. Sosok dan karakter pemimpin yang dibutuhkan tentunya merupakan visualisasi dari kekuatan dan kesatuan Ummat atau Generasi yang memiliki karakter yang kuat dan mampu mengemban amanah melanjutkan Risalah Islam yang mulia. Oleh karena itu, kita harus senantiasa berupaya mewujudkannya sebagai salah satu bentuk pengabdian dan amal shalih kita kepada Allah SWT dan secara turun temurun kesadaran akan tanggung jawab mengembalikan kejayaan Islam tersebut kita wariskan kepada generasi penerus, agar Ummat ini memiliki harapan untuk perubahan ke arah yang lebih baik.

Pewarisan nilai-nilai tersebut tentu saja harus dimulai dengan membentuk karakter ummat atau generasi sesuai panduan Qur’ani yang sangat penting untuk dimulai sedini mungkin, tidak ada kata terlambat atau menyerah sampai Allah SWT menentukan takdir-Nya bagi kita semua. Karena itu, modal utama bagi generasi ummat ini dalam kehidupan untuk dapat meraih kesuksesan dan kebahagiaan di dunia dan di akhirat harus benar-benar kita investasikan secara baik dan tepat serta dapat kita pastikan menghasilkan generasi terbaik Ummat ini.

Fokus perhatian kita bagi lahirnya generasi masa depan harapan Ummat tentunya harus dimulai dengan memberikan pendidikan yang baik dan berkualitas, sebagaimana telah dicontohkan oleh generasi terbaik Ummat terdahulu. Pendidikan yang bernuansa keIslaman memegang peranan yang sangat penting bagi lahirnya generasi ummat yang mampu menghadirkan perubahan ke arah yang lebih baik, menciptakan iklim pergaulan sosial yang lebih bermartabat dan pada akhirnya menghadirkan berbagai kemajuan bagi bangsa dan Negara.

Yayasan Thariq bin Ziyad yang telah berdiri sejak tahun 1994, telah berupaya untuk menghadirkan Sekolah Islam terpadu yang berkualitas dan berstandard sesuai dengan perkembangan dunia pendidikan yang dikombinasikan dengan adanya muatan pendidikan Islam yang komprehensif untuk melahirkan generasi yang shalih dan cerdas sesuai dengan cita-cita Ummat ini.

Pertumbuhan Sekolah-Sekolah Islam Terpadu di bawah naungan Lembaga Pendidikan Islam Terpadu (LPIT) Thariq bin Ziyad sebagai perpanjangan tangan dari Yayasan Thariq bin Ziyad telah terlihat perkembangannya secara nyata sangat pesat dan ke depannya akan terus ditingkatkan. Kenyataan yang ada pada saat ini adalah hasil dari mimpi di masa lalu, dan mimpi saat ini Insya Allah akan menjadi kenyataan di masa yang akan datang. Untuk mewujudkan pertumbuhan dan perkembangan di atas, diperlukan peran serta seluruh stakeholders Yayasan Thariq bin Ziyad melalui penciptaan sinergi yang harmonis. Guru, Orang Tua, Pengurus Yayasan dan Pejabat LPIT Thariq bin Ziyad masing-masing perlu meningkatkan perannya dalam proses pendidikan, agar siswa yang dibentuk melalui proses pendidikan ini dapat meraih hasil yang optimal dan memuaskan.

Selain itu, kerjasama dengan seluruh pihak terkait di bidang pendidikan baik Pemerintah, lembaga pendidikan sejenis baik di dalam maupun di luar negeri, lembaga-lembaga professional serta seluruh pihak lainnya yang secara langsung atau tidak langsung dapat meningkatkan pertumbuhan dan kualitas pendidikan, telah menjadi komitmen pihak Yayasan dan seluruh Jajaran LPIT Thariq bin Ziyad untuk terus ditingkatkan.

Seiring dengan berjalannya waktu, Yayasan Thariq bin Ziyad juga berkomitmen untuk secara terus menerus melakukan evaluasi dan perbaikan tatanan struktur dan sistem pendidikan yang ada melalui peningkatan kemampuan seluruh personil yang ada agar Sekolah memiliki keunggulan bersaing yang dibuktikan melalui berbagai prestasi yang diraih oleh siswa, guru dan sekolah.

Keberhasilan Yayasan Thariq Bin Ziyad menjadi salah satu pionir pendidikan Islam Terpadu di Bekasi, bahkan Jawa Barat ini, ternyata tidak hanya ditentukan oleh tangan dingin Sang Doktor Ilmu Pendidikan, Dr. H. Sa’duddin, MM, semata. Keberadaan beberapa tokoh penting seperti Prof. Dr. H. Ahmad Satori Ismail, MA, Dr. H. Surahman Hidayat, MA, dan Dr. H. Abdul Jabbar Majid, MA turut memberi andil besar dalam membesarkan yayasan Thariq Bin Ziyad ini. 

MASA KEPEMIMPINAN 
DR. H. SA’DUDDIN, MM
(Periode 2007-2012)

Kabupaten Bekasi adalah sebuah kabupaten di Jawa Barat yang memiliki potensi yang sangat besar. Mulai dari sektor migas, industri, hingga pertanian. Dari sektor migas saja, misalnya, mencapai Rp 20 miliar per tahun. Potensi wilayah industri di Jababeka kontribusinya mencapai Rp 420 triliun per tahun. Sementara di sektor pertanian, wilayah Kabupaten Bekasi merupakan pemasok beras nasional. 

Pertumbuhan ini pun berbanding lurus dengan efektifitas peningkatan ekonomi daerah, baik secara mikro maupun makro. Dari data BPS (2008), pendapatan daerah Kabupaten Bekasi mengalami peningkatan yang cukup pesat selama lima tahun ke belakang. Tahun 2008 angka-angkanya mencapai Rp 249 triliun. Meningkat dari tahun sebelumnya 2007 yang mencapai Rp 166 triliun. Pertumbuhan itu diikuti oleh peningkatan kesejahteraan ekonomi yang ditandai oleh berkurangnya angka kemiskinan dan pengangguran. 

Keberhasilan ini semua tentu saja tidak bisa dilepaskan dari tangan dingin Bupati Bekasi saat ini, Dr. H. Sa’duddin, MM. Sosok pemimpin yang satu ini telah berhasil mengubah secara substantif situasi dan kondisi daerah yang selama ini dikenal tandus. Dengan talenta dan kepiawaiannya, akhirnya ia bisa membawa daerah ini menjadi sebuah Kabupaten yang agamis berbasis agribisnis dan industri berkelanjutan.

Tanpa menafikan peran pihak lainnya, ketokohan Dr. H. Sa’duddin, MM memiliki tempat yang sangat penting dalam konteks memajukan wilayah Kabupaten dengan 23 kecamatan ini. Karena dialah sosok kepala daerah yang saat itu secara konsisten mengawal proses pembangunan daerah Bekasi menuju kabupaten yang unggul serta memiliki daya saing tinggi. Terbukti pada tahun 2009, Pemerintah Kabupaten Bekasi berhasil meraih Piala Citra Bhakti Abdi Negara. Penghargaan ini diberikan kepada Pemda Kab. Bekasi atas keberhasilannya memberikan serta meningkatkan kinerja pelayanan kepada publik. 

Keberhasilan ketokohan Dr. H. Sa’duddin, MM dalam memimpin Kabupaten Bekasi saat itu tentu saja tidak dibangun dalam satu hari. Melainkan citra dan substansi kepemimpinannya itu telah ditempa jauh sebelum dia menjadi Bupati. Saat dia menempuh pendidikan, aktif di organisasi, hingga pada saat dia mulai mengabdi di masyarakat hingga dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua DPRD Kabupaten Bekasi untuk perode 2004 s.d 2007. Semua pengalaman itulah yang kemudian menjadi modal kepemimpinannya saat menjadi Kepala Daerah (Bupati) di Kabupaten Bekasi.

Dr. H. Sa’duddin, MM adalah tipe pemimpin daerah yang unik. Beliau memiliki prinsip dan keyakinannya sendiri dalam memimpin masyarakat. Teladan kepemimpinannya diperlihatkan melalui karakter yang sangat melekat dalam kepemimpinan dirinya, yaitu kesederhanaan. Betapa karakter itu secara konsisten Beliau pertahankan hingga Beliau menjadi orang nomor satu di daerah yang memiliki luas 127.388 Ha. 

Dr. H. Sa’duddin, MM teguh dengan prinsip hidupnya yang mengedepankan keteladanan. Baginya, hanya dengan keteladanan seorang pemimpin, masyarakatnya akan hidup dalam suasana penuh keadilan dan kesejahteraan.

Tidak dapat dipungkiri, meskipun ada pihak yang masih menafikan prestasi kepemimpinannya, PRESTASI KABUPATEN BEKASI Di bawah Pimpinan Ust. Dr. H. Sa’duddin, MM telah memperlihatkan banyak kemajuan di berbagai sektor pembangunan. Diantara prestasi dan kemajuan yang dicapai adalah sebagai berikut :

Rentang Pembangunan TAHUN 2007-2008
• IPM (Indeks Pembangunan Manusia) meningkat dari 71,31 (tahun 2007) menjadi 72,56 (tahun 2008).
• Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tertinggi se- Jawa Barat sebesar Rp 73,867 Trilyun.
• Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per-kapita tertinggi se- Jawa Barat sebesar Rp 32,835 juta.
• Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) termasuk dalam katagori kelompok tertinggi (≥ 6%) se-kab/kota di Jabar sebesar 6,26%.
• Penghargaan dari Gubernur Jawa Barat atas keberhasilan dalam pemungutan dan pengelolaan Administrasi Pajak Bumi dan Bangunan sektor pedesaan dan perkotaan, peringkat I tahun 2007. Penghargaan diberikan dalam bentuk Piagam dan Bantuan Keuangan.
• Penghargaan Program Peningkatan Beras Nasional (P2BN) tahun 2008 dari Presiden RI atas keberhasilan Kepala Daerah yang mampu meningkatkan produksi padi di atas 5% per tahun.
• Penghargaan Unit Pelayanan Publik (UPP) berprestasi dari Gubernur Jawa Barat dalam rangka Citra Pelayanan Prima tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2008 kepada SMAN 1 Cikarang Utara.
• Puskesmas DTP Cibarusah Kabupaten Bekasi sebagai Peraih penghargaan Unit Pelayanan Publik (UPP) berprestasi dalam rangka Citra Pelayanan Prima tingkat Jawa Barat tahun 2008.
• Upah Minimum Kabupaten Tertinggi se- provinsi Jabar untuk kelompok I sebesar Rp 1.020.000 di tahun 2008.
• Juara II Tingkat Nasional Paket C atas nama PKBM Bhakti Wiyana Kedung Waringin tahun 2007.
• Juara II Tingkat Nasional Paket C atas nama SKB Kabupaten Bekasi tahun 2007.
• Juara I guru TK berprestasi tingkat Propinsi Jabar tahun 2007.
• Juara I Olimpiade Sains tingkat Propinsi Jabar Bidang Ekonomi tahun 2007.
• Juara I Olimpiade Sains tingkat Propinsi Jabar Bidang Astronomi tahun 2007.
• Juara I Olimpiade Sains tingkat Propinsi Jabar Bidang Komputer tahun 2007.
• Juara I Cabang Olah Raga Bulu Tangkis pada Pekan Olah Raga Pelajar se-Jabar, sekaligus mewakili Jawa Barat pada Pekan Olah Raga Pelajar Tingkat Nasional tahun 2007.
• Juara I Cabang Olah Raga Atletik Putra pada Pekan Olah Raga Pelajar se-Jabar, sekaligus mewakili Jawa Barat pada Pekan Olah Raga Pelajar Tingkat Nasional tahun 2007.
• Juara I Cabang Olah Raga Lompat Jauh Putra pada Pekan Olah Raga Pelajar se-Jabar (tahun 2007).
• Juara I Keteladanan Pamong Belajar tingkat Propinsi Jawa Barat.
• Juara I dan III Mendongeng Putra tingkat Propinsi Jawa Barat.
• Juara II Mendongeng Putri tingkat Propinsi Jawa Barat.
• Juara III Lomba Kompetensi Siswa tingkat Propinsi Jawa Barat.
• Kejurnas Karate mendapat 4 emas, 2 perak dan 1 perunggu.
• Kejuaraan Wushu Bandung Open memperoleh 9 emas, 4 perak dan 3 perunggu serta Fighter terbaik kelas 70 kg.
• Puskesmas Cibarusah dan Mekarmukti mendapatkan sertfikat ISO 9000.
• Juara Harapan II Puskesmas berprestasi tingkat Jawa Barat tahun 2007.
• Penghargaan PPL Berprestasi Tingkat Nasional atas nama Sdr. Tatang Sunaryo tahun 2007.
• Penghargaan Kelompok Tani Berprestasi Tingkat Nasional atas nama M.Nawawi desa Sukakarya tahun 2007.
• Penghargaan pengembangan Pertanian Ramah Lingkungan dari Presiden RI tahun 2007.
• Juara III Lomba Kelompok Ternak Itik tingkat Propinsi Jawa Barat tahun 2007.
• Juara I lomba kader PKK tingkat Propinsi Jawa Barat atas nama Ny.Tri Rumiyati desa Mangunjaya Tambun Selatan tahun 2007.
• Juara I Lomba UP2K Tingkat Propinsi Jawa Barat oleh desa Sukakarya kecamatan Karangbahagia.
• Juara II Kesatuan Gerak PKK-KB Kesehatan Tingkat Provinsi Jawa Barat, desa Sumberjaya Kecamatan Tambun Selatan.
• Juara II dan III Lomba Makanan Etnik Tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2007.
• Juara Harapan I P2WKSS Tingkat Provinsi Jawa Barat.
• Juara Harapan 3 Tingkat Propinsi tahun 2008 dalam Lomba Tutor yang diraih oleh Ibu Ihad Khusnul Hotimah dari PAUD Gilang Tiara di Kec. Setu kabupaten Bekasi.
• Juara 2 (dua) Senam Ceria Tingkat Propinsi tahun 2008 PAUD Gilang Tiara di Kec. Setu kabupaten Bekasi.
• Angka Kelulusan SMU/SMK mencapai 99,68% pada tahun 2008.
• Peningkatan PAD : Rp 196 Milyar (2007) dan Rp 198 Milyar (2008)

REALISASI PROGRAM PEMKAB BEKASI (TAHUN 2007-2008)
1. Penandatanganan perjanjian kontrak kerjasama pendirian kampus ITB di Kabupaten Bekasi antara Bupati Bekasi Sa’duddin dengan Rektor ITB Prof Dr Ir Djoko Santoso.
2. Santunan kematian Rp 2 juta/jiwa untuk seluruh warga kabupaten Bekasi.
3. Bantuan untuk BMPS (Badan Musyawarah Perguruan Swasta) yang diperuntukkan buat honor 36.000 guru swasta SD/MI, SMP/MTs dan SMA/SMK/MA sebesar Rp 100.000/bulan/orang.
4. Tambahan dana BOS bagi SMP/MTs Negeri dan swasta sebesar Rp 13.000/siswa/bulan bagi 104.009 siswa se-kabupaten Bekasi.
5. Bantuan kepada 51.186 guru sukwan yang diperuntukkan bagi tunjangan/honor daerah sebesar Rp 150.000/bulan/orang.
6. Pembangunan Rehabilitasi dan tambah lokal sebanyak 792 lokal SD/MI, SMP/MTs Negeri dan Swasta.
7. Pembangunan Rehabilitasi dan tambah lokal sebanyak 174 lokal SMA/SMK Negeri.
8. Pembebasan biaya retribusi pelayanan kesehatan di Puskesmas.
9. Bantuan pelayanan kesehatan kepada 50.000 pasien warga miskin.
10. Rehabilitasi total 12 puskesmas dan pembangunan 5 puskesmas baru.
11. Pembangunan/peningkatan jalan rigid (beton) sepanjang 242 km dan jalan lingkungan sepanjang 888 km.
12. Bantuan Sosial kepada masyarakat untuk sarana ibadah (masjid & mushola), infrastruktur jalan (jalan lingkungan), sarana pemerintahan (kantor RW) dan sarana pendidikan (TK/TPA, Pondok Pesantren, Madrasah) sebesar Rp 45 Milyar di tahun 2007 dan sebesar Rp 60 Milyar pada tahun 2008.

KEGIATAN PEMBANGUNAN KABUPATEN BEKASI TAHUN 2009

DINAS PENDIDIKAN
1. Bantuan Beasiswa bagi 100 orang siswa SD yang berprestasi sebesar Rp 200 juta.
2. Bantuan Perlengkapan sekolah bagi 900 siswa SD yang berasal dari keluarga miskin sebesar Rp 450 juta.
3. Beasiswa kemitraan dengan ITB bagi 9 orang siswa SMA yang tidak mampu dan berprestasi sebesar Rp 350 juta.
4. Penuntasan buta aksara bagi 22.173 orang dengan anggaran Rp 2,2 Milyar lebih.
5. Peningkatan Kualifikasi Pendidikan Guru ke jenjang S1 sebesar Rp 500 juta.
6. Peningkatan Kompetensi guru mata pelajaran SMA dan SMK melalui kegiatan musyawarah guru mata pelajaran sebesar Rp 100 juta.
7. Pemberian Lab Bahasa Inggris bagi SD Unggulan sebesar Rp 200 juta.
8. Pelatihan bahasa Inggris dan Komputer bagi guru yang berprestasi Rp 200 juta.
9. Pembangunan Sarana Pendidikan SD sebesar Rp 70 Milyar.
10. Pembangunan Sarana Pendidikan SMP sebesar Rp 20 Milyar.
11. Pembangunan Sarana Pendidikan SMA sebesar Rp 15 Milyar.
12. Pengadaan Lab komputer, bahasa dan IPA sebesar Rp 5 Milyar.
13. Bantuan Peningkatan Pembelajaran bagi 150 siswa tidak mampu sebesar Rp 36 Milyar.
14. Tambahan dana BOS bagi SMP/MTs Negeri dan swasta sebesar Rp15.000/siswa/bulan bagi 54.688 siswa se-kabupaten Bekasi.

DINAS KESEHATAN
1. Pembangunan 6 (enam) buah Posyandu sebesar Rp 265 juta.
2. Rehab Pustu sebesar Rp 160 juta.
3. Penyediaan obat dan bahan habis pakai di Puskesmas sebesar Rp6 Milyar.
4. Pembentukan dan Pengembangan Desa Siaga Tanggap (SIGAP) Rp 885 juta.
5. Peningkatan kualitas SDM kader posyandu sebesar Rp 540 juta.
6. Penanggulangan balita gizi buruk sebesar Rp 397 juta.
7. Klinik Sanitasi sebesar Rp 300 juta.
8. Penanggulangan penyakit Menular (Filariasis, Zoonosis, Arbovirosis, Paru dan Kusta) sebesar Rp 2 Milyar.
9. Jaminan Pelayanan Kesehatan Gakin sebesar Rp 6 Milyar.
10. Pengadaan alat fogging sebesar Rp 1,2 Milyar.
11. Pengadaan mobil pusling sebesar Rp 2 Milyar 

KABUPATEN BEKASI, PELOPOR PERIZINAN SATU ATAP
Pada Selasa, 12 Februari 2008, Menteri Negara Pembinaan Aparatur Negara, Taufiq Effendi, meresmikan beroperasinya Unit Penyelenggara Pelayanan Terpadu (UPPT) Kabupaten Bekasi. Pembentukan Badan Pelayanan Perijinan Terpadu (BPPT) yang akan mengoperasikan UPPT ini sebagai wujud keberpihakan Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi kepada masyarakat dan dunia usaha. Bupati Sa’duddin berharap agar melalui pengoperasian UPPT ini masyarakat dan dunia usaha dapat menerima pelayanan yang mudah, cepat, transparan dan akuntabel sehingga pengurusan berbagai perizinan yang selama ini masih terpencar di masing-masing dinas kini cukup dilakukan di satu atap. 


PRESTASI DI BIDANG OLAHRAGA (SEPAKBOLA)
Puluhan tahun masyarakat Kabupaten Bekasi bermimpi dapat menjuarai Kompetisi Divisi II Liga Indonesia PSSI. Mimpi tersebut ternyata dapat direalisasikan pada masa kepemimpinan Ustad. Dr. H. Sa’duddin, MM. Kesebelasan Persikasi Kabupaten Bekasi mampu mengukir prestasi dengan menjuarai Kompetisi Divisi II Liga Indonesia PSSI Periode 2009-2010 setelah mengalahkan tim kuat Persiwangi Banyuwangi dengan skor telak 3-0 pada pertandingan final yang diselenggarakan Stadion Soemantri Brojonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan. Prestasi ini sungguh sangat mengharukan dan membanggakan masyarakat Kabupaten Bekasi yang telah cukup lama memimpikan prestasi tersebut.
Prestasi di bidang sepakbola ini memberi motivasi Bupati Dr. H. Sa’duddin, MM untuk berupaya merealisasikan sebuah stadion sepakbola yang representatif bahkan bertaraf nasional. Apalagi, Kabupaten Bekasi ditunjuk sebagai tuan rumah Porda Jabar XIV tahun 2014 mendatang yang penetapannya dilakukan pada Porda Jabar XIII tahun 2010 di Bandung dan Tim Porda Kabupaten Bekasi saat itu berhasil menjadi Runner Up dalam ajang Porda Jabar yang digelar 4 tahun sekali tersebut. 

Pembangunan stadion dengan tipe Stadion Sepakbola Modern tersebut berdiri di atas lahan 20 hektar lebih tersebut berada di wilayah Jababeka Cikarang Baru, Kelurahan Sertajaya, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, dengan alokasi dana senilai 544 miliar rupiah yang dibagi dalam lima tahapan pembangunan. Selain sebagai stadion utama sepakbola dengan kapasitas 30.000 kursi yang menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Bekasi, stadion tersebut akan dilengkapi juga dengan beberapa fasilitas seperti kolam renang outdoor dan indoor, stadion indoor satu dan dua untuk cabang olahraga, gedung serbaguna, lapangan futsal, lapangan berkuda, lapangan softball dan baseball, lapangan tenis gravel, penginapan atlet, masjid dan parkir yang luas. Besar kemungkinan, stadion inipun beberapa Venue GOR-nya akan digunakan juga untuk mendukung perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) dan Sea Games mendatang.
Mobil Operasional untuk 182 Kepala Desa
Wujud perhatian yang besar terhadap pemerintahan Desa/Kelurahan, Dr. H. Sa’duddin, MM, memberi kendaraan operasional Daihatsu Xenia kepada 182 kepala desa melalui APBD 2010. Sungguh hal ini merupakan satu kebijakan yang sangat luar biasa mengingat baru Pemerintah Kabupaten Bekasi saja yang berani menerapkan kebijakan ini, diantara sekian banyak pemerintah Kabupaten/ Kota di Indonesia. Realisasi pengadaan mobil operasional bagi kepala desa ini pun baru dapat dilaksanakan setelah hampir 2 tahun dilakukan kajian dan pertimbangan mengingat munculnya pro-kontra dari berbagai komponen masyarakat. 

Salah satu tujuan dari pemberian kendaraan operasional ini adalah agar dapat memperlancar tugas kepala desa dalam memberikan pelayanan kepada masyarakatnya. Kendaraan Operasional ini diharapkan dapat diman-faatkan pula oleh masyarakat yang membutuhkan kendaraan untuk ke rumah sakit ketika terdapat salah satu anggota masyarakat yang sakit atau melahirkan dan membutuhkan penangan khusus dari pihak Rumah Sakit Umum daerah Kabupaten Bekasi. Dengan adanya mobil operasional desa ini pun diharapkan akan meningkatkan kinerja kepala desa dan dapat memberikan dukungan bagi para kepala desa yang berada jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Bekasi untuk menghadiri rapat-rapat penting maupun kegiatan-kegiatan lainnya.

Hanya sangat disayangkan, Aset Pemerintah (Inventaris) untuk operasional Desa berupa Mobil Operasional, yang telah diberikan Kepada 182 desa di Kabupaten Bekasi ini, ternyata kurang maksimal dalam hal perawatan dan pemanfaatannya. Kesadaran dan pengertian dari para Kepala Desa/Lurah akan tujuan dan manfaat kendaraan operasional ini tentunya sangat diperlukan agar sesuai dengan harapan pemerintah daerah Kabupaten Bekasi dan masyarakat. 


Gedung Guru (Gedung PGRI) Kabupaten Bekasi

Setelah lama menantikan kehadiran Gedung PGR (Gedung Guru)I, akhirnya Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bekasi patut berlega hati dan berbangga diri karena mimpi/obsesinya telah terealisasi berkat tingginya apresiasi Bupati Bekasi (Dr. H. Sa’duddin, MM) terhadap para guru, anggota PGRI Kabupaten Bekasi. Saat ini, mereka tengah menanti rampungnya pembangunan kantor tersebut. Pasalnya, selama ini, organisasi para pahlawan tanpa tanda jasa mengaku kesulitan menggelar rapat koordinasi. Entah itu terkait profesionalisme guru maupun terkait dengan berbagai kegiatan kependidikan.

Gedung PGRI (Gedung Guru) yang sangat megah dan representatif, bahkan termegah di Indonesia ini berlokasi di depan Perumahan Permata Metropolitan Kecamatan Tambun Selatan dengan luas 2.500 meter persegi. Gedung kebanggaan para guru di Kabupaten Bekasi ini memiliki 3 lantai dengan total biaya pembangunan sebesar 3,9 milyar rupiah.

Tentunya masih sangat banyak hal lain yang yang menjadi bukti nyata keberhasilan Dr. Sa’duddin, MM, saat menjalankan amanah sebagai Bupati Bekasi pada rentang waktu 2007 s.d 2012. Termasuk di dalamnya adalah pembangunan inprastruktur jalan, baik jalan utama maupun jalan-jalan lingkungan yang dapat mendukung roda perekonomian masyarakat di seluruh pelosok yang terbentang di 23 Kecamatan. Keinginan dan semangat yang tinggi (Ghiroh) untuk terus berkiprah dalam kancah pembangunan tampaknya terus bergelora di dalam hati sosok tokoh yang berprofesi sebagai “Guru, Da’i dan Politisi” ini.  Dengan dukungan semua pihak, baik masyarakat (Pemilih) di Kabupaten Bekasi, Karawang dan Purwakarta, Insya Allah meloloskan Dr. Sa’duddin, MM. Untuk menjadi pembawa aspirasi masyarakat Kab. Bekasi, Karawang dan Purwakarta, khususnya, dan masyarakat Jawa Barat pada umumnya di tingkat Pusat (DPR RI) untuk 5 tahun mendatang. Semoga Allah meridhoinya. Amiin…..

Sumber: http://www.pks-bekasi.org/2014/01/dr-saduddin-mm.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: